Funktionen von Sprache
Fungsi Bahasa menurut Prager Strukturalismus (Prager Schule)
Fungsi Bahasa menurut Karl Bühler (Model Organon)
Karl Bühler mengemukakan bahwa bahasa memiliki tiga fungsi utama yang saling terkait dalam proses komunikasi:
· Darstellungsfunktion (Fungsi Representasional/Referensial):Bahasa digunakan untuk menyampaikan informasi atau menggambarkan sesuatu tentang dunia luar. Fokusnya pada isi pesan.Contoh: “Hari ini hujan deras.”· Ausdrucksfunktion (Fungsi Ekspresif):Bahasa berfungsi sebagai ekspresi perasaan, sikap, atau emosi pembicara. Fokusnya pada pengirim pesan.Contoh: “Aku sangat senang hari ini!”· Appellfunktion (Fungsi Konatif):Bahasa berfungsi untuk mempengaruhi atau mengajak pendengar melakukan sesuatu. Fokus pada penerima pesan.Contoh: “Tolong tutup pintu!”
Ilustrasi Model Bühler (Organon-Modell)
Sprecher (Pengirim)
/ | \
Ausdruck - Darstellung - Appell
\ | /
Gegenstand (Objek) ---- Hörer (Penerima)
![]()
Enam Fungsi Bahasa Menurut Roman Jakobson
Roman Jakobson memperluas konsep fungsi bahasa dengan membagi fungsi bahasa menjadi enam, yang masing-masing berfokus pada aspek berbeda dalam komunikasi:
Fungsi Bahasa (Funktion) | Fokus Utama | Penjelasan Singkat | Contoh |
1. Referensial (Referential) | Isi pesan (Konteks) | Bahasa berfungsi menyampaikan informasi tentang dunia atau konteks tertentu. | “Hari ini cuaca cerah.” |
2. Emotif (Emotive) | Pengirim pesan (Sprecher) | Bahasa mengekspresikan perasaan, sikap, atau emosi pembicara. | “Aku sangat sedih.” |
3. Konatif (Conative) | Penerima pesan (Hörer) | Bahasa berfungsi mempengaruhi, mengajak, atau menyuruh pendengar melakukan sesuatu. | “Tolong diam!” |
4. Fatis (Phatic) | Saluran komunikasi (Kanal) | Bahasa digunakan untuk membuka, mempertahankan, atau menutup saluran komunikasi. | “Halo, kamu dengar saya?” |
5. Metalinguistik (Metalinguistic) | Bahasa itu sendiri (Kode) | Bahasa digunakan untuk membicarakan atau menjelaskan bahasa itu sendiri. | “Kata ‘rumah’ adalah kata benda.” |
6. Puitis (Poetic) | Bentuk pesan (Pesan) | Bahasa menonjolkan keindahan, gaya, atau bentuk estetika pesan, sering dalam puisi atau sastra. | “Mawar merah merekah di taman.” |
![]()
Hubungan Fungsi Bühler dan Jakobson
· Darstellungsfunktion (Bühler) ↔ Fungsi Referensial (Jakobson)
· Ausdrucksfunktion (Bühler) ↔ Fungsi Emotif (Jakobson)
· Appellfunktion (Bühler) ↔ Fungsi Konatif (Jakobson)
Fungsi Fatis, Metalinguistik, dan Puitis adalah perluasan penting dari Jakobson yang memperkaya pemahaman fungsi bahasa dalam komunikasi.
![]()
Contoh Penggunaan Fungsi Bahasa Jakobson dalam Kehidupan Sehari-hari
· Referensial: “Besok saya akan pergi ke pasar.” (menyampaikan informasi)
· Emotif: “Saya sangat marah dengan kejadian itu.” (mengekspresikan emosi)
· Konatif: “Tolong bantu saya!” (meminta tindakan)
· Fatis: “Halo? Apakah kamu bisa mendengarku?” (memastikan saluran komunikasi)
· Metalinguistik: “Apa arti kata ‘komunikasi’?” (membahas bahasa)
· Puitis: “Bintang gemerlap di langit malam.” (menggunakan bahasa secara estetis)
Kesimpulan
Memahami fungsi bahasa secara menyeluruh berarti menggabungkan perspektif Karl Bühler dan Roman Jakobson. Dengan demikian, kita tidak hanya melihat bahasa sebagai alat penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana ekspresi, pengaruh, pemeliharaan komunikasi, refleksi bahasa itu sendiri, dan karya seni.

Kommentare
Kommentar veröffentlichen